Beranda / GEREJA DAN MINISTRY / Dari Limbah Dapur Menjadi Terang Altar: Inovasi Ramah Lingkungan HKBP Distrik XXI Banten

Dari Limbah Dapur Menjadi Terang Altar: Inovasi Ramah Lingkungan HKBP Distrik XXI Banten

Pengolahan minyak jelantah jadi lilin

HKBP Distrik XXI Banten memberdayakan jemaat melalui pengolahan minyak jelantah jadi lilin untuk kebutuhan gereja.

OnlineKristen.com, TANGERANG – Siapa sangka sisa penggorengan di dapur yang kerap berujung di selokan dan mencemari lingkungan, kini bisa kembali memancarkan cahaya?

Di tangan jemaat HKBP Distrik XXI Banten, setetes minyak jelantah tak lagi dibuang percuma, melainkan dirawat menjadi wujud nyata kepedulian terhadap kelestarian bumi.

Langkah inovatif ini bermula dari sebuah kesadaran sederhana: sampah rumah tangga tidak akan pernah habis jika tidak dikelola dari lingkup terkecil.

Berangkat dari keresahan tersebut, HKBP Resort Letare di Tangerang, Banten, menggelar sebuah pelatihan unik pada Sabtu (29/8/2026).

Jemaat berkumpul, bukan sekadar untuk beribadah rutin, melainkan untuk belajar meracik lilin dari bahan dasar minyak jelantah.

Baca juga: Keluarga Kuat, Bangsa Kuat: HKBP Menteng Gelar Seminar Kebangsaan dalam Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Suasana antusias mewarnai pelatihan ini. Program daur ulang ini tidak hanya dirancang untuk mengurangi pencemaran, tetapi juga diproyeksikan sebagai gerakan komunal yang dapat memasok kebutuhan penerangan gereja—khususnya menyambut perayaan Natal mendatang.

“Kami HKBP Distrik XXI Banten, sangat berbangga hati boleh berkesempatan untuk mengelola sesuatu yang selama ini dianggap tidak bernilai, yaitu minyak jelantah,” ungkap Praeses HKBP Distrik XXI Banten, Pdt. Sumihar Sinaga, M.Th., D.Min, dengan nada penuh harap.

Ia memimpikan gerakan ini menular ke gereja-gereja lain. “Kami berharap ke depan HKBP Distrik XXI Banten boleh memproduksi sendiri lilin yang bisa dipakai untuk kebutuhan Natal di gereja masing-masing. Mohon doanya, dan mari bersama-sama menjaga alam. Tuhan memberkati.”

Turut hadir memberi dukungan dalam acara tersebut adalah Kepala Bidang Diakonia HKBP Distrik XXI Banten, St. Dra. Tiurida Hutabarat, beserta jajaran Kelompok Kerja (Pokja) Ekologi. Kehadiran mereka menegaskan bahwa gereja kini hadir membawa solusi ekologis yang berdampak langsung bagi masyarakat luas.

Bagi Pdt. Johannes Butarbutar, M.Si., Pendeta Resort HKBP Letare, persoalan sampah adalah krisis nyata yang mengancam bumi, dari mulai penumpukan, polusi asap pembakaran, hingga krisis lahan pembuangan akhir.

Baca juga: Jambore ASM HKBP Kramat Jati 2026: Edukasi Iman, Kesehatan, hingga Mitigasi Bencana

“Oleh karena itu, kita secara sadar bersama-sama dengan warga melakukan langkah kecil, tapi konkret mengatasi masalah sampah,” tegas Pdt. Johannes.

Jemaat HKBP Letare kini mengambil peran sebagai motor penggerak bagi warga sekitar Tangerang untuk mulai memilah dan mengolah limbah mereka.

Gerakan mulia ini nyatanya tidak berjalan sendiri. Ia berpadu dengan inisiatif pelayanan yang sudah lebih dulu mengakar di HKBP Resort Letare.

“Kegiatan ini merupakan program HKBP Distrik yang bersamaan dengan program Dewan Diakonia dan Parheheon Ama HKBP Resort Letare,” jelas Dr. Kennorton Hutasoit, M.I.Kom., selaku Ketua Parheheon Ama dan Pesta Gotilon HKBP Resort Letare.

Menariknya, kaum bapak (Ama) di HKBP Letare tampil sebagai garda terdepan pelestarian lingkungan ini.

Baca juga: RSU Tarutung Digugat! HKBP Bongkar Bukti Arsip Jerman dan Surat Menkes 1954

Mereka menggawangi program Aman Sehat Resik Indah (ASRI), sebuah komitmen berkelanjutan yang secara aktif mengumpulkan minyak jelantah, oli bekas, plastik, serta memilah sampah organik dan anorganik.

Kini, dari sebatas wacana, kepedulian lingkungan telah berevolusi menjadi kebiasaan nyata di ruang keluarga dan gereja.

Pelatihan yang turut dihadiri utusan jemaat dari HKBP Resort Serpong, HKBP Bonang, dan HKBP Kotabumi ini menjadi saksi bahwa gotong royong dan teologi kepedulian ciptaan Tuhan dapat berjalan beriringan.

Dari sisa jelantah di wajan keluarga, kelak akan lahir ribuan nyala lilin yang menerangi altar dan membawa pesan damai bagi semesta.(*)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses