TATKALA AGAMA CUMA ADA

TATKALA AGAMA CUMA ADA

- in OPINI
Pdt Emeritus Weinata Sairin (Kiri) dengan Mantan Menteri Agama Drs H Lukman Hakim SaifuddinPdt Emeritus Weinata Sairin (Kiri) dengan Mantan Menteri Agama Drs H Lukman Hakim Saifuddin

TATKALA AGAMA CUMA ADA

 

ada itu memang perlu dan punya makna
ada itu masih lebih baik dari pada tidak ada
kita merasa lebih
nyaman, aman dan damai
ketika orangtua kita ada
apalagi jika mereka orang berada
ada
mengada
berada
punya makna
dalam episode
kehidupan
sesuatu yang ada
membuat hidup lebih lengkap dan sempurna
ada
hadir
presen
melipatgandakan
kebahagiaan

ada itu eksis
tidak hanya berdesis
tetapi menorehkan
sesuatu yang historis
yang memiliki
perspektif keakanan

dalam sebuah dunia yang bergerak cepat
yang resonansinya
merambah ke ranah mondial
maka ada itu tidaklah memadai dan memakna
ada itu mesti bergerak
memandu
menuntun
mendinamisasi
memotivasi
mentransformasi

negeri ini dilimpahi lokal wisdom
tradisi budaya
adiluhung
dan agama-agama
lokal wisdom
tradisi budaya
mesti di beri ruang memberi kontribusi
bagi penguatan
NKRI yang majemuk

di bumi NKRI
agama-agama memiliki peran yang amat strategis
dalam dokumen gbhn zaman baheula
agama-agama memberikan landasan moral, etik dan spiritual
bagi pembangunan nasional sebagai pengamalan Pancasila

agama-agama di Indonesia takboleh hanya sekadar ada dan terdaftar
agama-agama harus menjadi sumber inspirasi bagi pembangunan bangsa
menjadi penuntun umat
pembaru umat
landasan moral etik dan spiritual bagi umat
umat hidup kudus taat perintah Tuhan
dan NKRI yang jaya adil bersatu
berkeadaban
lahir mencipta sejarah baru
agama-agama bukan hanya nama
agama-agama diwujudkan dalam praksis hidup umat!

Jakarta, 21 Oktober 2021/ pk. 21.11
Weinata Sairin

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

You may also like

Rakernas Sinode GKSI Tetap Rekomendasikan Rekonsiliasi, Frans Ansanay: Kami Tak Tabu Untuk Berdamai

OnlineKristen.com  | Sinode Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI)