Tersangka Pencabulan di Gereja Depok Lakukan Hal Ini kepada Anak-anak

Tersangka Pencabulan di Gereja Depok Lakukan Hal Ini kepada Anak-anak

OnlineKristen.com | Kasus pencabulan anak-anak di Gereja Depok memasuki babak baru. Diduga tersangka melakukan pencabulan dengan anal dan oral seks terhadap anak-anak yang menjadi korbannya.

Kuasa hukum korban pencabulan di gereja Depok Azas Tigor Nainggolan mengatakan tindakan pencabulan yang dilakukan oleh tersangka tak hanya sekedar menciumi tubuh korbannya. Tapi sampai kepada perbuatan anal dan oral seks kepada anak-anak yang jadi korbannya.

Baca juga: Unik, Pernikahan di Gereja Dihadiri Tempelan Foto Wajah di Bangku Kosong

“Sampai ke anal seks dan oral seks. Dan pendekatan yang dilakukan tersangka itu ya macam-macam, ngajak nonton, ngajak makan. Itu dilakukan biar dia dekat (secara emosional) dengan korban,” kata Tigor saat dihubungi Warta Kota, Selasa (16/6/2020).


Tindakan pencabulan yang dilakukan oleh tersangka SM (42) diyakini sudah menimbulkan banyak korban meski hingga kini korban yang melaporkan ke polisi baru dua orang.

Tigor mengatakan, jumlah anak laki-laki yang menjadi korban SM mencapai belasan.

Baca juga: Beberapa Gereja di Jerman Dibuka Lagi Dengan Aturan Ketat Ditengah Pandemi Covid-19

“Di kami ada catatan belasan korban, yang baru masuk laporan ke polisi, dua. Korban tidak melapor ya karena ada yang malu, takut, atau gugup, tapi itu kan butuh proses karena kondisi psikologi orang beda-beda, jadi harus hati-hati,” ujar Tigor seraya menambahkan sikap baik diduga menjadi modus pelaku untuk mendekati korban.


Terlebih saat ini kondisi korban, kata Tigor, mengalami trauma berat. Sebab, dari para korban itu ada yang dilakukan pencabulan berkali-kali.

“Rata-rata korban umur 11-15 tahun usianya pada saat kejadian (menjadi korban),” paparnya.

Baca juga: Yayasan Qahal, Pembagi Nasi Anjing Tidak dibawah Naungan Gereja

Sebab, Tigor mengatakan, tersangka sudah melakukan aksi pencabulan bukan hanya baru-baru ini saja melainkan sudah dilakukan sejak belasan tahun lalu.


“Bahkan pernah ada korban yang dilakukan tersangka di tahun 2006. Terus ada juga kejadian lima tahun lalu dan juga tahun ini, jadi, berantai,” tuturnya.

Polisi mengamankan terduga pelaku pencabulan terhadap sejumlah anak-anak aktivis gereja di Depok.

Baca juga: Jika Dibutuhkan, PGI Imbau Penggunaan Gereja Kosong untuk Isolasi COVID-19

Berdasarkan laporan polisi, SM atau SPM (42) merupakan salah seorang pengurus sebuah gereja di Depok.


Dia merupakan pembina salah satu kegiatan pelayanan di gereja itu yang melibatkan remaja.

Anak-anak di bawah umur yang menjadi korban pencabulan SPM merupakan anak-anak yang juga aktif berpartisipasi dalam kegiatan di gereja tersebut.

(Sumber: Wartakota)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.