Breaking News

John N Palinggi: Pemikiran Besar Presiden Jokowi Pindahkan Ibukota Untuk Pemerataan Pembangunan

Dr John N Palinggi

OnlineKristen.Com – Rencana pemindahan ibukota sudah ada sejak zaman Presiden Soekarno. Cuma rencana tersebut hampir tidak pernah dibahas lagi usai Presiden Soekarno lengser. 

Pada masa Presiden Joko Widodo, upaya pemindahan ibu kota Indonesia kembali dimulai tahun 2019. 

Melalui rapat terbatas pemerintah pada 29 April 2019, Joko Widodo memutuskan untuk memindahkan ibu kota negara ke luar Pulau Jawa.




Pemindahan ibu kota ini tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024.

Pada 26 Agustus 2019, Presiden Joko Widodo mengumumkan bahwa ibu kota baru akan dibangun di wilayah administratif Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Ketua Asosiasi Rekanan Pengadaan Barang dan Distributor Indonesia (ARDIN) DR John Palinggi, MM, MBA menilai pemindahan ibukota adalah ide pemikiran besar. 




“Kita tidak bisa mencapai hal besar jika tidak berpikir besar. Dan saya terus terang mendukung dan sangat salut terhadap konsep Bapak Jokowi berkenaan dengan pemindahan ibukota ini,” ujar John Palinggi di ruang kerjanya yang tertata apik di Jakarta beberapa waktu lalu. 

Meski begitu, menurut John, pemindahan ibukota ini masih melalui proses panjang. Dimana masih ada proses sidang di DPR, MPR dan lainnya yang turut mempengaruhi jadi atau tidaknya pemindahan ibukota.

“Proses pemindahan ibukota ini masih melalui legislasi. Dan terwujud atau tidaknya itu adalah dinamika politik yang demokratis,” ujar John yang juga Ketua DPP Badan Interaksi Sosial Masyarakat (BISMA) ini. 




John menguraikan manfaat dari pemindahan ibukota adalah akan adanya pemerataan pembangunan di seluruh pelosok tanah air. 

“Jadi, pembangunan tidak hanya menumpuk di Pulau Jawa. Disini (Pulau Jawa) jumlah penduduk lebih dari 100 juta orang, sedangkan di tempat lain masih sedikit. Disini pabrik banyak berdiri, sedangkan disana masih minim,” urai dia.

Hal lain disampaikan John bahwa pemindahan ibukota tengah dipersiapkan Jokowi, melalui Bappenas, dengan membuat perencanaan yang baik. Mulai dari perencanaan anggaran, infrastruktur dan lainnya. 




Menurut John, pembiayaan ibukota baru nanti tidak selalu akan membebani APBN. 

“Banyak orang khawatir pembangunan ibukota baru ini akan membebani APBN. Tidak lah. Pasti ada investor lain yang akan membantu dengan asas saling terbuka, menghormati dan menguntungkan. Yang penting negara tidak dirugikan,” tandasnya.

(VICTOR)

 

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Translate »
UA-102499644-1
%d blogger menyukai ini: