Apresiasi Ketum GP Ansor Jadi Menteri Agama, GAMKI Sampaikan 3 Persoalan Untuk Yaqut Cholil

Apresiasi Ketum GP Ansor Jadi Menteri Agama, GAMKI Sampaikan 3 Persoalan Untuk Yaqut Cholil

- in NASIONAL
Logo GAMKILogo GAMKI

Sekretaris Umum DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Sahat MP Sinurat mengapresiasi dipercayakannya Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Yaqut Cholil Qoumas sebagai Menteri Agama RI.

“Selama ini Gus Yaqut telah lama dikenal sebagai tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) yang konsisten menjaga kemajemukan dan keutuhan bangsa berdasarkan Pancasila,” ujar Sahat Sinurat di Jakarta, Rabu (23/12).

GAMKI berharap, ujar Sahat, di bawah kepemimpinan Gus Yaqut, Kementerian Agama dapat benar-benar membangun hubungan harmonis antar umat beragama. Sebab keberagaman agama dan aliran kepercayaan adalah suatu keniscayaan di Indonesia.

“Saya berharap tiga bulan pertama, Menteri Agama perlu membangun dialog dan mendengar masukan dari berbagai lembaga keagamaan dan tokoh agama,” kata dia.


Baca juga: GAMKI: Jangan Pilih Calon Kepala Daerah Yang Menjanjikan Perda Berdasarkan Agama Tertentu

Selain itu, menurut Sahat, GAMKI berpandangan ada tiga masalah utama yang sedang dihadapi.

“Pertama, terkait izin membangun rumah ibadah. Ini berkaitan dengan Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri (PBM) Nomor 9 Tahun 2006 dan Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah Dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama, Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama, dan Pendirian Rumah Ibadat,” urai dia.

“Perlu ada evaluasi terkait pelaksanaannya karena peraturan ini justru sering dipakai untuk melarang pembangunan rumah ibadah di daerah-daerah,” tegas Sahat.


Baca juga: GAMKI dan Santri Tani Indonesia Sepakat Kerjasama Wujudkan Ketahanan Pangan

Kedua, lanjut Sahat, adalah tentang hubungan antar agama di berbagai daerah, terkhusus persoalan intoleransi, radikalisme, dan terorisme.

“Saat ini, justru ada segelintir tokoh agama, ataupun lembaga pendidikan yang mengajarkan paham-paham radikal kepada generasi muda Indonesia. Negara, melalui Kementerian Agama, tidak boleh toleran dan permisif terhadap kelompok-kelompok yang melakukan tindakan intoleran karena intoleransi adalah akar dari radikalisme dan terorisme,” imbuh dia.

Ketiga, kata Sahat, adalah peningkatan kualitas pendidikan khususnya lembaga pendidikan yang bernaung di bawah Kementerian agama, ataupun lembaga dan yayasan keagamaan misalnya pesantren-pesantren dan sekolah-sekolah di bawah naungan Gereja.


Baca juga: GAMKI Fasilitasi Pembangunan Gedung Workshop di Komplek HKBP Sion Muara Fajar

“Secara khusus di bawah kepemimpinan Gus Yaqut, GAMKI berharap, dari tujuh Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) yang ada di Indonesia, akan ada yang naik statusnya menjadi Universitas Kristen Negeri (UKN),” ujar dia.

“Semoga Menteri Agama yang baru dapat berdiri diatas semua golongan dan memberikan kebijakan yang adil bagi seluruh umat pemeluk agama dan aliran kepercayaan di Indonesia,” tandas Sahat.

(Vic)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

You may also like

SETARA: Jangan Ada Pemaksaan Jilbab, Terapkan Protokol Kebhinekaan di Sekolah Negeri

OnlineKristen.com | Serangkaian peristiwa pemaksaan penggunaan jilbab kembali