Webinar PIKI Bahas IA CEPA, Wamendag Jerry Sambuaga: “Bea Masuk Produk Indonesia ke Australia Jadi 0 Persen, Ini Sebuah Prestasi”

“Melalui IA CEPA, salah satu yang penting adalah seluruh bea masuk produk Indonesia ke Australia menjadi 0 persen. Menurut banyak pihak, kondisi yang membuat seluruh bea masuk produk Indonesia ke Australia menjadi 0 persen adalah sebuah prestasi. Artinya, akan memberikan manfaat langsung dalam hal pengembangan dan peningkatan ekspor,”

KRISTEN TV || Periodisasi di GKPI, Haposan Hutagalung: JANGAN ADA TIM SUKSES

Periodisasi di GKPI, Haposan Hutagalung: Jangan Ada Tim Sukses
Periodisasi di GKPI, Haposan Hutagalung: Jangan Ada Tim Sukses
Webinar PIKI Bahas IA CEPA, Wamendag Jerry Sambuaga: “Bea Masuk Produk Produk Indonesia ke Australia Jadi 0 Persen, Ini Sebuah Prestasi”

OnlineKristen.com  Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (DPP PIKI) menggelar webinar bertajuk “Peluang dan Masalah Implementasi Perjanjian Kerjasama Ekonomi Komprehensif Indonesia dan Australia” (Perspektif Indonesia dan Australia), Selasa, 14 Juli 2020. 

Webinar ini digelar guna mencermati perkembangan paska Pemerintah Indonesia dan Australia menandatangani perjanjian perdagangan bebas Indonesia dan Australia yang dikenal sebagai “Indonesia Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA)”. 

Webinar dengan Keynote Speaker, Wakil Menteri Perdagangan, Republik Indonesia, Dr Jerry Sambuaga ini, menghadirkan narasumber yakni Prof Dr Peter McCawley (Australia National University, Canberra), Dr Badikenita Putri Sitepu (Anggota DPD RI dan Wakil Ketua Umum DPP PIKI), Lintong Manurung, (Jaringan Pemerhati Industri dan Perdagangan), Yafet Rissy SH, MSi, LLM, PhD (Praktisi Hukum Perdagangan Internasional), Dr Iur Dian Parluhutan SH, LLM, (Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan) dan Penanggap Dr Pos Hutabarat (Ketua Dewan Pakar DPP PIKI).  

Baca juga: TAK MAU KALAH DENGAN PANDEMI COVID-19, PIKI DORONG PENGAJARAN ALTERNATIF



Keseluruhan acara dipandu Ninon Melatyugra SH, MH (FH UKSW) dan penutup oleh Theofransus Litaay SH, LLM, PhD (Wakil Ketua Umum DPP PIKI).

Webinar PIKI Bahas IA CEPA, Wamendag Jerry Sambuaga: “Bea Masuk Produk Produk Indonesia ke Australia Jadi 0 Persen, Ini Sebuah Prestasi”

Ketua Umum DPP PIKI, Baktinendra Prawiro MSc, MH, dalam sambutannya, mengutarakan pentingnya mencermati aturan main paska penandatanganan perjanjian perdagangan bebas Indonesia dan Australia yang dikenal sebagai “Indonesia Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA)”. 

“Kita akan lihat aturan mainnya dan mempersiapkan diri untuk tahun 2021,” kata dia.

Baca juga: Refleksi Awal Tahun 2020 PIKI: Indonesia Quo Vadis



Lebih lanjut Baktinendra menjelaskan perjanjian perdagangan ini bukan hanya soal ekspor dan impor barang, tapi meliputi banyak hal. Termasuk keperluan untuk investasi dan peningkatan man power (SDM).

“Tetapi ini juga sekaligus tantangan. Sebab disamping adanya keringanan dalam hal tarif barrier, kita juga menghadapi tantangan masalah mutu yang harus ditingkatkan. Pun, Kita mesti bisa diandalkan sebagai partner dagang dan memainkan peran yang baik sebagai eksportir,” jelas dia. 

“Hal yang sama yang terjadi secara resiprokal. Produk-Produk Australia akan lebih banyak memasuki pasaran Indonesia. Mudah-mudahan yang akan masuk ke pasar Indonesia pun hal-hal mendorong aktivitas bisnis di Indonesia,” pungkas Baktinendra.  

Baca juga: DPD PIKI Jabar: Natal Tanpa Ancaman, Menanti Sikap Tegas Negara atas Tindakan Intoleransi dan Ekstrimisme di Sumatera Barat dan daerah lain di NKRI



Wakil Menteri Perdagangan RI, Dr Jerry Sambuaga, memulai keynote speech-nya dengan memaparkan perkembangan neraca perdagangan RI yang menjadi salah satu topik pembicaraan lantaran berdampak positif dan signifikan terhadap perdagangan Indonesia. 

“Bila melihat bulan Januari sampai Mei 2020, neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus sebesar 4,3 milyar US Dolar. Sedangkan di negara-negara lain, mulai dari negara maju sampai negara berkembang, banyak mengalami defisit,” beber dia. 

“Artinya apa? Ditengah-tengah situasi pandemi Covid-19 yang cukup memprihatinkan dan berdampak luar biasa kepada negara-negara di seluruh penjuru dunia, ternyata Indonesia masih mampu mencetak dan merasakan kurva balance positif dengan surplus sebesar 4,3 milyar US Dolar. Dan dari non migas kita (surplus) 7,7 milyar US Dolar,” imbuh Jerry.  

Baca juga: Perayaan Dies Natalis Ke-56 dan Natal PIKI, Ketum PIKI: Kebenaran Meninggikan Derajat Bangsa



Meski capaian positif ini patut disyukuri, Wamendag Jerry Sambuaga mengingatkan agar tetap waspada.

“Jangan sampai kita terlena oleh kondisi ini. Kita juga harus melihat dan mengutamakan ketahanan sebagai negara, khususnya dalam sektor keuangan dan perdagangan untuk dapat terus mempertahankan kondisi seperti ini,” tegas dia. 

Jerry menyampaikan dampak surplus yang didapat ini, selain mampu bertahan menghadapi resesi, juga ternyata mampu beradaptasi dan berinovasi. 

Baca juga: DPP PIKI Ajak Pengambil Kebijakan Kembali Pada Pemurnian Pancasila



Menurut Jerry, proses IA CEPA ini melalui pembahasan yang begitu panjang sejak tahun 2010. Proses negoisasi dan perjuangan pembahasan ini sudah melalui tahapan-tahapan yang mumpuni dan solid hingga terbitnya UU No.1 Tahun 2020 tentang pengesahan IA CEPA. 

Lebih lanjut Wamen Jerry Sambuaga memaparkan keuntungan dan manfaat dari IA CEPA. 

“Melalui IA CEPA, salah satu yang penting adalah seluruh bea masuk produk Indonesia ke Australia menjadi 0 persen. Menurut banyak pihak, kondisi yang membuat seluruh bea masuk produk Indonesia ke Australia menjadi 0 persen adalah sebuah prestasi. Artinya, akan memberikan manfaat langsung dalam hal pengembangan dan peningkatan ekspor,” papar dia. 

Baca juga: Penolakan Warga Non Muslim di Dusun Karet Yogyakarta, Waketum PIKI: Ini Mengancam Keamanan Warga Secara Individual



Tentunya, lanjut Jerry, manfaat IA CEPA ini pun akan memberikan akses yang lebih cepat dan praktis serta efisien bagi produk-produk Indonesia yang masuk ke Australia. Ini bisa dilihat dimana Indonesia bisa menghapus tarif bea masuk sebesar 94,6 persen dari total pos tarif.

“Jadi pada dasarnya perjanjian dagang dituntut untuk resiprokal dalam semangat saling menguntungkan. Tidak hanya mendapatkan benefit kedua belah pihak, namun juga dapat mengembangkan kapasitas leverage-nya, sehingga apa yang bisa kita dapat dari perjanjian dagang ini sebetulnya bisa menjadi stepping stone (batu loncatan) dan menjadi contoh konkret bagi perjanjian perdagangan dengan pihak lain,” cetus dia. 

Jerry mencontohkan produk ekspor unggulan dari Indonesia yang akan mendapatkan keuntungan dengan adanya IA CEPA. Diantaranya, mulai dari produk tekstil, makanan olahan, produk kelautan dan perikanan serta elektronik. 

Baca juga: Ketum PIKI: MENJAGA INDONESIA DENGAN MERAWAT PANCASILA



Lebih lanjut Jerry membeberkan manfaat lain IA CEPA. “Manfaat lainnya adalah investasi antara Indonesia dengan Australia yang sudah bagus, akan menjadi lebih bagus lagi,” ujar dia. 

Keadaan demikian, menurut Jerry, akan menjadi Indonesia lebih atraktif. “Indonesia semakin menjadi appealing (menarik), open (terbuka) terhadap investasi yang akan diberikan oleh Australia. Dan ujung-ujungnya ketika bicara investasi maka kita bicara sebuah kondisi ekonomi yang akan semakin meningkat dengan adanya konsep ekonomi for host, dimana kedua negara ini bisa menjadi signifikan player dikawasan Asia Pasifik,” jelas dia. 

Jerry mengemukakan tidak ada negara selain Indonesia dan Australia yang terletak di kawasan secara geopolitik memiliki share values dan interest serta banyak kesamaan yang bisa dikolaborasikan bersama-sama. 

Baca juga: PIKI DKI Dukung Presiden Jokowi Terbitkan Perppu No.2 Tahun 2017 Untuk Bubarkan Ormas Anti Pancasila dan Radikal



Dan dalam konsep economic for host, lanjut dia, yang menjadi inti dan penekanannya adalah bagaimana memperluas jaringan (supply chain). 

“Ini penting mengingat salah satu masalah klise dalam perdagangan, tidak hanya di negara maju tapi juga di negara berkembang, yakni bagaimana kita bisa memasok supply chain yang baik. Bagaimana kita membuat sebuah alur dan rangkaian, supaya supply chain yang tersistematis dan terorganisasi dengan baik. Dan banyak contoh negara yang supply chain terganggu, membuat ekonomi mereka menjadi down,” kata dia. 

Lebih jauh Jerry mengutarakan, pemikiran utama dalam membangun kerjasama ini bukan hanya soal bilateral, tapi juga bisa diekskalasikan dan ditingkatkan menjadi sebuah konsep regionalisme di tingkat Asean Pacific. 

Baca juga: DR John N Palinggi: Reshuffle Kabinet, Itu Hak Prerogatif Presiden Jokowi



“Dan bukan tidak mungkin nanti di kawasan APEC ini, Indonesia nanti bisa menjadi salah satu leading player atau significant player untuk mainkan peran ini,” urai dia. 

Manfaat lain dengan adanya IA CEPA ini adalah terkait dengan pelatihan dan training sumber daya manusia (SDM). Indonesia pada akhirnya mendorong untuk meningkatkan SDM skilled worker (tenaga kerja ahli). 

Jerry mencontohkan pertukaran tenaga kerja ahli baik di bidang umum dan spesifik, terutama bidang kesehatan. 

Baca juga: Ketum PGI Kecam Keras Upaya Erdogan Jadikan Hagia Sophia Sebagai Masjid



“Sudah banyak terjadi arus deras pertukaran ini. Dan melalui IA CEPA, ada peningkatan holiday visa. Ini saya pikir merupakan terobosan yang dimaksudkan untuk semakin mempererat, bukan hanya soal hubungan, tapi juga soal keterbukaan yang ujung-ujungnya adalah meningkatkan investasi dan kerjasama perdagangan,” tandasnya.

(VIC)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.