Kesatuan Kristen Diperlukan untuk Mengatasi Isu Sosial

Kesatuan Kristen Diperlukan untuk Mengatasi Isu Sosial
Pacific Christian Leadership Conference (Konferensi Kepemimpinan Kristen Pasifik), disingkat PCLC akan mengadakan Pertemuan dan Reli Inagurasi secara daring, pada tanggal 4-5 Oktober 2021.

OnlineKristen.com || Sydney, Australia – Umat Kristen di Lingkar Pasifik dan Oseania dipanggil untuk bekerja sama secara efektif mengatasi masalah-masalah sosial besar yang umum terjadi di wilayah ini.

Untuk tujuan ini, Pacific Christian Leadership Conference (Konferensi Kepemimpinan Kristen Pasifik), disingkat PCLC akan mengadakan Pertemuan dan Reli Inagurasi secara daring, pada tanggal 4-5 Oktober 2021.

PCLC adalah koalisi dari para pemimpin dan organisasi Kristen yang mengesampingkan perbedaan denominasi untuk bekerja sama memperkuat perkawinan dan keluarga, memulihkan komunitas yang baik, dan membantu Kekristenan memenuhi takdirnya sebagai mercusuar dari kebebasan, iman, dan keluarga.


Baca juga: PON XX di Tanah Injil Papua, Momen Praktekkan Kekristenan Inklusif

Tema pertemuan dan reli ini adalah “Stand Together – One Family Under God” (Berjuang Bersama – Satu Keluarga Dalam Tuhan).

Ketua PCLC adalah Masaichi Hori, 51, dari Jepang. Beliau menjelaskan visi PCLC, katanya: “Sekarang ini, dunia berada dalam bahaya karena perubahan iklim dan perusakan lingkungan. Kita berjuang untuk menemukan solusi yang berkelanjutan. Pada saat yang sama, perubahan berskala-besar dalam nilai-nilai sosial kita menciptakan ketidakpastian dan kekalutan yang luar biasa. Kekristenan selalu membawa keselamatan dan harapan bagi orang-orang di hadapan persekusi dan krisis. Demi umat manusia, umat Kristen harus berjuang bersama untuk membangun solusi berkelanjutan berdasarkan nilai-nilai spiritual. Ini adalah manifest destiny (pembuktian takdir) abad ke-21.”

Rev Alfred Forno, National Coordinator FFWPU Indonesia menerangkan bahwa ada Lima belas dari 20 negara di Asia Tenggara dan Oseania memiliki populasi Kristen 65 persen atau lebih.


Baca juga: Refleksi Pdt (Em) Weinata Sairin, MTh Pada Ibadah Awal Minggu Kerja Ditjen Bimas Kristen Kemenag RI

Pesan Yesus Kristus sangat penting untuk dapat mengatasi isu sosial seperti: kenakalan remaja, keluarga yang retak, merajalelanya penyalahgunaan narkoba, infeksi seksual yang meluas termasuk HIV/AIDS, dan diskriminasi rasial.

Pertemuan pada tanggal 4 Oktober dimulai pada pukul 08:30 waktu Jakarta dan terdiri dari tiga sesi dengan judul: i) “Tujuan Pendirian PCLC dan Visi untuk Dunia Surgawi yang Bersatu”, ii) “Perkawinan di Taman: Peran Keluarga dalam Pembangunan Kerajaan,” dan iii) “Tanggung Jawab Pemuda Kristen dalam Membangun Komunitas Surgawi.” Terang Alfred.

Dalam keterangan persnya kepada media, Charles Pindo Rumapea, SH, CMP, PR & Media FFWPU Indonesia menerangkan bahwa pertemuan pada tanggal 4 Oktober akan menghadirkan para Pendeta dan pemimpin Kristen terkemuka yang berasal dari beberapa negara baik dari Amerika maupun utamanya dari kawasan Pasifik.


Baca juga: Dirjen Bimas Kristen Thomas Pentury: Ketersediaan Guru Agama Kristen Masih Sangat Terbatas

Pembicara dari Indonesia yang merupakan bagian dari Kawasan Pasifik akan diwakili oleh Pdt. Gilbert Lumoindong, Gembala Senior GBI GLOW Fellowship Centre dan Ps. Jose Carol, Co-Founder dan Wakil Gembala Jakarta Praise Community Church (JPCC).

Pdt Gilbert Lumoindong akan berbicara memberikan pesan inspiratif pada sesi kedua, dan Ps. Jose Carol akan berbicara dan memberikan pesan inspiratif pada sesi ketiga.

Dalam pembukaan dan sesi pertama, akan ada penampilan khusus dalam bentuk sebuah lagu berjudul ‘Embrace’ yang diciptakan dan dipersembahkan oleh Tabita Roselin, penyanyi, pencipta lagu, dan inisiator Music for Peace.


Baca juga: Ketua RT ini Tak Perbolehkan Ibadah Umat Kristen Secara Online di Rumah, Dianggap Mengganggu?

Tabita adalah seorang talenta muda yang pernah mengambil bagian dalam ajang pencari bakat seperti Indonesian Idol 2020 (30 besar), dan juga Pop Academy Indosiar 2020 (15 besar). Selain itu, Tabita juga mempunyai pengalaman tampil di acara internasional di Perancis dan New York.

Selanjutnya Charles Pindo juga mengajak setiap umat Kristiani untuk mengikuti Reli pada tanggal 5 Oktober yang akan dimulai pada waktu yang sama dan akan menampilkan pesan utama oleh pendiri PCLC, Dr Hak Ja Han Moon, dari Korea, dan juga akan hadir Pastor Paula White, Pembicara inspirasional terkemuka asal USA, Dr Robert Kittel, Senior Advisor UPF Asia Pacific, Pres Masaichi Hori, Regional FFWPU Asia Pacific dan Bishop Dr. Ki Hoon Kim.

Reli Ini akan menampilkan para pembicara baik dari World Christian Leadership Conference (Konferensi Kepemimpinan Kristen Dunia) dan American Clergy Leadership Conference (Konferensi Kepemimpinan Klerus Amerika).


Baca juga: REFLEKSI ALKITAB, MENAMPILKAN KEKRISTENAN ELEGAN

Online Rally dengan tema “STAND TOGETHER” ini juga akan menghadirkan penampilan khusus dari musisi Kristiani internasional yaitu HILLSONG dan didukung beberapa musisi lainnya yaitu Gerphil-Geraldine Flores, Up Concert Chorus dan The Asidors, yang disiarkan langsung oleh LIFE Channel.

Setiap peserta dapat mendaftar melalui link registrasi: https://pclc-asiapacific.org/conference-register/ atau https://pclc-asiapacific.org/event-register/

 

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.