Breaking News

Natal Pomparan Situngkir Raja Boru Dohot Bere

Ciptakan Kerukunan dan Persatuan di Pomparan Situngkir Raja

Meskipun Jakarta diguyur hujan, tidak menyurutkan Keluarga Besar Situngkir Raja Boru dohot Bere Sejabodetabek untuk melakukan Kebaktian Natal pada Sore hingga malam, Minggu, 12 Januari 2014, di Gedung Mangaraja, Jakarta Timur.

Tema Natal diambil dari Yohanes 17:21: “Supaya mereka menjadi satu” dan Subtema: “Pomparan Situngkir Raja Boru dohot Bere asa sa tahi sa oloan Debata si tolu sada asa hot holong ni roha.”

Ketua Panitia, Sandi Ebenezer Situngkir SH, MH mengutarakan tema ini merupakan suatu pernyataan serta ajakan kepada kita semua agar lebih mendekatkan diri kepada Tuhan serta mempunyai hati yang tulus.

“Dengan demikian Tuhan berkenan kepada kita dan pada akhirnya akan menciptakan kerukunan, kesatuan dan persatuan antar sesama dan di dalam Keluarga Besar Situngkir Raja pada umumnya,” ucap dia.

Ibadah berlangsung hikmat yang diselingi, antara lain, pembacaan liturgi oleh anak-anak hingga orang tua, dan penyalaan lilin natal.

Dalam kotbahnya, Pdt W Sidauruk STh menyampaikan, sesuai dengan tema, maka Pomparan Situngkir Boru dohot Bere ini sesungguhnya dipanggil untuk selalu menjaga kesatuan dalam tubuh Kristus.

Doa Imam Agung, Yesus Kristus, mengajak kita untuk merenung supaya kita menjadi satu. Kesatuan orang percaya untuk mengagungkan kesaksian Allah.

“Kalau dari sisi manusia, pomparan ini tidak mungkin bersatu, tapi oleh karena Kasih Yesus Kristus maka kita bisa bersatu,” kata dia, “Biarlah kesatuan pomparan Situngkir terjadi bukan ketika saat natal saja akan tetapi seterusnya.”

Dalam sambutannya, Ketua Panitia, Sandi Ebenezer Situngkir SH, MH mengucapkan syukur kepada Sang Kepala Gereja, Tuhan Yesus Kristus bahwa puncak acara Natal ini boleh terselenggara dengan baik.

Ketika mendapatkan mandat sebagai ketua panitia pada awal November lalu, timbul pertanyaan dari Sandi apakah dia mampu melaksanakan Natal.

“Puji Syukur, dengan kebulatan tekad dan kerjasama yang baik dari seluruh panitia maka acara ini dapat terlaksana,” ujar dia.

Sandi mengucap syukur pomparan ini bahu-membahu memberikan dukungan materi dan non materi sehingga acara dapat berlangsung pada saat ini.

Sejak dirinya aktif menjadi ketua panitia, Sandi menemukan bahwa ternyata Tuhan memberkati Pomparan Situngkir, mulai dari yang berpenghasilan sedikit hingga berlimpah dan mulai dari lulusan SD hinggga profesor.

Kepada generasi muda Situngkir, Sandi berpesan agar selalu siap sedia ketika diminta terlibat dalam kepanitiaan dan juga kepengurusan Pomparan Situngkir ini.

“Adalah keuntungan manakala kita dipercayakan menjadi ketua panitia karena kita bisa mengenal lebih jauh Pomparan Situngkir. Selain itu, apa yang kita lakukan akan membuat keluarga kita bangga,” kata dia, “Juga, melalui kegiatan semacam inilah kita semakin dimatangkan dalam hal kepemimpinan. Marilah seluruh generasi muda Situngkir untuk bersama mengurus pomparan ini sebab Situngkir ini adalah identitas kita yang terdiri dari orang-orang hebat dan berhikmat.”

Pada kesempatan itu, hadir juga Prof Simor Situngkir yang memberikan kuliah umum bagi generasi muda Situngkir. Juga, hadir Anggota DPRD DKI Jakarta Ir Farel Situngkir yang kembali mencalonkan diri sebagai caleg DPRD DKI dan Rekson Silaban, SE yang menjadi calon anggota DPD (senator) DKI.

(AMBARITA/SH)

 

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Translate »