Terinspirasi Tahta-Nya, digelar Global Prayer 247 Praise dan Worship

Terinspirasi Tahta-Nya, digelar Global Prayer 247 Praise dan Worship

- in DUNIA
Terinspirasi Tahta-Nya, digelar Global Prayer 247 Praise dan WorshipGlobal Prayer 247 Praise dan Worship

OnlineKristen.com|| Terinspirasi Pujian, Penyembahan dan Doa selama 24 jama dan 40 hari (24/40) dengan tema Tahta-Nya yang diinisiasi oleh Pendeta Tony Mulia, Malaysia United Fire Wall (MUFW) melakukan kegiatan serupa. Bahkan, kini Msedang digelar Global Prayer 247 Praise dan Worship selama 61 hari yang dimulai dari tanggal 7 Juli-5 September 2021.

“Awalnya, kami memulai acara pujian penyembahan dan doa yang semula direncanakan hanya untuk satu Minggu saja. Namun lantaran mendapat respon besar dari Umat Tuhan di Malaysia, maka acara diperpanjang sampai 2 minggu dan kemudian menjadi 21 hari dan akhirnya malah 50 hari dan mereka selesai pada tanggal 18 Juli,” jelas Pastor Ruth mewakili Malaysia United Fire Wall dalam jumpa pers melalui zoom, Sabtu, 24 Juli 2021.

Pastor Ruth melanjutkan pada awal Juli, Tim dari Malaysia menghubungi Singapure, dan Indonesia (dalam hal ini Pendeta Tony Mulia) serta Taiwan untuk berdiskusi dan mencoba merespon apa yang menjadi isi hati Tuhan melalui situasi pandemi ini.


Baca juga: Tuhan Siapkan Gereja Masa Depan Melalui Momentum Doa “TahtaNya 24/40” 

“Dan lahirlah kerinduan untuk melakukan doa selama 61 hari bertajuk ‘Global Prayer 247 Praise and Worship” dari tanggal 7 Juli–5 September 2021,” katanya.

“Ini adalah tentang kerinduan Allah, agar setiap orang mengalihkan perhatian dari persoalan-persoalan yang terjadi dan memandang kepada Yesus Tuhan kita,” jelas Ruth.

Ruth berharap melalui Global Prayer mengajak seluruh umat Kristen untuk tidak lagi berfokus pada pandemi, kekurangan keuangan, ketakutan dan kematian.


Baca juga: Makna Momentum Doa “TahtaNya 24/40” Yang Akan Digelar Jaringan Doa Nasional 

“Tuhan memanggil kita untuk mencari DIA dan mengerti kehendak-Nya. Untuk bersama-sama mencari wajah Tuhan dan menyembah Tuhan, mempersiapkan jalan bagi Raja kemuliaan, berpuasa dan berdoa dan bertobat dengan satu hati dan satu hati (2 Tawarikh 7:13-14),” tuturnya.

“Ini waktu Kebangkitan secara rohani, kita akan melihat perubahan terjadi diantara bangsa-bangsa diseluruh dunia saat kita memohon belas kasih-Nya agar guncangan yang terjadi mendatangkan perubahan yang sesuai rencana dan tujuan Tuhan,” imbuh Ruth.

Diakhir keterangannya, Ruth mengutip Firman Tuhan dari Kitab Mazmur 24:7-10, “Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan. Siapakah itu Raja Kemuliaan?. TUHAN, jaya dan perkasa, TUHAN, perkasa dalam peperangan! Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan! Siapakah Dia itu Raja Kemuliaan? TUHAN semesta alam, Dialah Raja Kemuliaan!”


Baca juga: Pdt Tony Mulia Beberkan Generasi 14.14.14 dalam Seminar Mematahkan dan Memutuskan Kutuk Generasi

Sementara Pastor Tony Mulia mengutarakan saat ini Indonesia dan negara lainnya kembali merasakan lonjakan Covid-19 dan bahkan tidak dapat memprediksi kapan akan berakhir dan kemudian diikuti oleh berbagai krisis, ancaman dan masalah lainnya.

“Menyikapi situasi ini seperti suatu panggilan dari Tuhan agar gereja terus menaikan doa dan puasa bersama, membangun pujian dan penyembahan dalam kesatuan untuk menyatakan kehadiran-Nya bagi semua bangsa. Karena hanya DIA-lah satu-satunya solusi dari semua persoalan kita,” kata dia.

“Artinya bahwa karena persoalan (pandemi) ini global, maka kita memerlukan Negara-negara lain untuk bersama-sama berdiri dihadapan Tuhan,” tambah Pastor Tony Mulia.


Baca juga: Gelar Rally of Hope, UPF Serukan Kolaborasi dan Kerja-sama Secara Global

Pastor Tony Mulia juga menceritakan suksesnya acara Penyembahan dan Doa selama 24 jama dan 40 hari (24/40) dengan tema Tahta-Nya tahun lalu.

“Pada saat itu bukan sekedar tentang 24 jam 40 hari, tetapi suatu sikap dari umat Tuhan di Indonesia menjadi seperti 24 tua-tua yang melemparkan Mahkotanya, agar hanya Tuhan Yesus yang memiliki Mahkota,” tuturnya.

Tony melanjutkan ketika itu bersama dengan anak-anak muda dalam acara yang berlangsung dari tanggal 8 Juli – 17 Agustus 2020, untuk menyatakan bahwa Umat Tuhan di Indonesia tidak fokus kepada Covid-19 tetapi kepada Tuhan Yesus yang merupakan sumber keselamatan. Dan acara tersebut berhasil melibatkan 514 group dari berbagai denominasi gereja, komunitas dari Sabang-Merauke dan juga dari luar negeri.


Baca juga: Ini Pesan Pemimpin Dunia dalam Rally of Hope Ke-5

“Dan apa yang terjadi? Tuhan membuat segala sesuatunya tetap berjalan baik di Indonesia. Tetap terjaga dalam kesatuan dan terluput dari berbagai konflik horizontal, berbagai ancaman demonstrasi dapat diatasi, perekonomian RI masih terbaik kedua dunia setelah Cina, dan banyak hal yang lain yang bisa terlihat tapi yang luar biasa,” kata dia.

Hanny Setiawan menambahkan ditengah-tengah pandemi ini peran Indonesia penting untuk ambil posisi dalam global prayer. “Sebab itu kami mengajak seluruh gereja interdenomasi ikut global family untuk mendoakan global pandemi ini,” tutupnya.

Melalui ini, kami mengundang partisipasi dari Tubuh Kristus, gereja Tuhan, untuk terlibat mengambil bagian slot 24 jam mulai 7 Juli 2021 – 15 Agustus 2021. Untuk itu dapat menghubungi Festy di 0812-1098-5680 atau Anto 0877-8304-9457.



Baca juga: Morris Cerullo Akan Beberkan 5 Nubuatan Untuk Indonesia

Roh Kudus sedang membawa kita dalam pergerakan di hari terakhir ini, yang menghasilkan transformasi bangsa-bangsa. Dan yang terpenting, marilah kita bersama-sama menjadi bagian dari pemenuhan doa Yesus dalam Yohanes 17 agar umat-Nya menjadi SATU (Yohanes 17:20-23).

Menantikan “bumi akan dipenuhi dengan pengetahuan tentang kemuliaan Tuhan seperti air menutupi laut.” (Habakuk 2:14) Terima kasih untuk antisipasi.

(VIC)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

You may also like

SETARA: Jangan Ada Pemaksaan Jilbab, Terapkan Protokol Kebhinekaan di Sekolah Negeri

OnlineKristen.com | Serangkaian peristiwa pemaksaan penggunaan jilbab kembali